Who am I

Foto Saya
Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia
saya adalah seorang anak, yang kini sedang menjalani masa pendidikan di kota malang. riwayat pendidikan saya: 1. TK Methodist Banda Aceh 2. SD Methodist Banda Aceh 3. SLTP Katolik Budi Dharma Banda Aceh 4. SMU Di Seminari Menengah Christus Sacerdos Pematang Siantar 5. Program Strata 1 di Sekolah Tinggi Filsafat Dan Teologi Widaya Sasana Malang Inilah saat Tuhan bekerja. Saat dimana waktu menjadi sangat berarti dan saat yang kadang tidak diperhitungkan namun menjadi saat yang paling menentukan. Maka janganlah menyelepekan saat-saat sekarang ini untuk mereka yang ada disekitar terutama untuk orang terdekat yang kita cintai. Saat-saat demikikian tidak dapat kembali lagi kalau sudah lewat dan yang ada hanyalah penyesalan kalau telah terjadi.

Minggu, 22 Mei 2011

Siapa itu Naimarata???

Tanya Jawab Seputar Naimarata 2)

Banyak wawasan kebudayaan dan kecintaan akan sejarah budaya muncul dalam ranah diskusi demi mendekati kebenaran. begitu juga kala berbicara dan mendekati sejarah NAIMARATA.

Generasi kemudian dari sejarah masa lalu, hanya bisa mendekati kebenaranb historistas akan identitasnya dengan bantuan kisah turi-turian yang diwariskan lisan dari generasi ke generasi, catatan sejarah, buku dan "bertemu" tokoh sejarah itu sendiri.

Berikut ini akan kembali dibagikan hasil diskusi panjang dari Facebook Naimarata Indonesia.

Amsal Sagala

HORAS sodaraku,
aku ada saran ni; gimana klu marga2 keturunan dari Ompu Guru Tatea Bulan tersebut dibuatkan semacam SKEMAnya (semacam Buku Tarombo gitu)?

agar dapat diketahui keturunan dari marga apa yang membentuk marga kembali, misalnya klu ga salah seperti MANIK/DAMANIK, itu kan anak dari MALAU yang membentuk marga kembali. soalya saya juga kurang paham nih tentang partuturan dari Opung kita,,,setelah aku gabung ke grup ini,aku baru tahu ternyata ada 26 marga keturunan dari Ompu Guru Tatea Bulan. jadi melalui GRUP ini mudah2an aku dapat mengerti lebih banyak tentang partuturan kita. mauliate parjolo.

Naimarata Indonesia
Jamaludin Sagala:
NAIMARATA Adalah sebuah yg konon merupakan TONA Bagi PERSATUAN segenap POMPARAN OMPU GURU TATEA BULAN yg meliputi Semua Keturunan dari:

1. Raja Uti (meski tidak punya Keturunan; Tapi sudah menganggap KETURUNAN NI HAHANGGINA i sbg Keturanannya;
2). Ompu SARIBU RAJA (Minus Pomparan ni SIRAJA LONTUNG..... Ada Cerita tersendiri .... tentu Pomparan SIRAJA BORBOR yg jadi AHLIWARIS GARIS KETURUNAN ,
3). POMPARAN NI LIMBONG
4). POMPARAN NI SAGALA RAJA dan
5). MALAU RAJA.

Asm Ambarita:
Kita keturunan /Pomparan Guru Tatea Bulan minus Pomparan Siraja Lontung, menyebut dirinya NAIMARATA, mohon informasi :

1. Apa itu NAIMARATA , tentunya bukan nama Ompung kita.
2. Kalau itu nama Persatuan atau Parsadaan, darimana asal nama ini.
3. Kapan nama Naimarata ini muncul atau dimunculkan, pada generasi keberapa setelah Ompu Guru Tatea Bulan.
4. Kalau kita membentuk Parsadaan atau Punguan Pomparan Ompu Guru Tatea bualan, sesuai pernyataan diatas, maka Pomparan Siraja Lontung termasuk didalamnya, (Naimarata plus Lontung).
Diharapkan informasi dari sumber-sumber yang kompeten, lengkap dengan referensi kalau ada, karena pertanyaan ini sering muncul dari sesama kita.
Mungkin haha-anggi kita yang membentuk punguan, face book, blog, situs yang mengatas-namakan NAIMARATA dan Pomparan Guru Tatea Bulan dapat memberikan jawaban.
Shalom,


Malau Marlon Malau:
to jamaludin sagala:
Kalo tak salah....LAMERAJA itu pomparan dari Silauraja.... kHUSUSNYA dari marga Manik.... Tapi tidak jadi Marga... mereka tetap masuk/kategori Manik... istilahnya Manik Lamberaja... sory kalo salah.... tq.


Uda, info ini mohon di refisi:
Lamberaja adalah malau. sama seperti malau pasi. dan keduanya adalah satu dari jaman dulu kala sampai selamanya. dan tidak ada marga malau lambean atau marga lambean. yang ada adalah MARGA MALAU. mauliate


Andri Malau
Amsal Sagala:
Horas amang tua,
apa yang amang tua katakan baik sbg masukan bagi kami. Tp kendala untuk itupun ada paling tdk ttg versi dari tarombo yg bergulir di antara marga2 yang tergabung didalam naimarata. tp kami coba untuk mengusahakannya. Tp perminitaan kami ke bp tua dan kita semua yang ada tarombo marganya bisa mengirimkan ke kami.

Jamaludin Sagala:
horas amang tua....
klo tona bisa ya ato tdk. yang jelas punguan naimarata terbentuk atas dasar kerinduan bersama untuk berkumpul sebagai satu keluarga. memang dari banyak penelusuran referensial, kita menemukan banyak parsadaan mengenai hal itu. paling tdk spt, borbor marsada (versi yg menjelaskan: ini adalah kumpulan marga pomparan saribu raja (borbor) plus limbong,sagala dan malau raja) --> tp inipun masih banyak pro kontra paling tidak sama seperti saya, borbor mau menyebutkan si raja bor-bor anak dari isteri kedua saribu raja. logika berpikir tarombo tdklah mungkin yang termasuk orang tua masuk ke dalam atau melebur dalam generasi anaknya. dan inilah yg membuat banyak marga di luar borbor tdk bergabung di sini.

yang berikutnya ada punguan naimarata, yaitu kumpulan marga terdiri dari kumpulan marga borbor dari keturunan Saribu Raja, Limbong, Sagala dan Malau raja (malau, manik, ambarita dan gurning). Dan inilah yang di banyak tempat di indonesia ada berdiri punguan ini.
dan dari segi asal pemahaman: Naimarata Berasal dari kata "Nai" dan "Simarata"
Nai artinya raja,

contoh: Nailontungan artinya Raja Lontung
Naisumbaon artinya raja Sumba.

Nai identik dengan Matrilineal (Keturunan Ibu Menjadi patokan garis Keturunan)
Yang Pertama suku batak masih menggunakanna sampai generasi kelima.

Dan Simarata adalah nama kecil dari Op. Guru Tatea Bulan.

atas dasar inilah punguan ini menjadi satu persatuaan marga dari pomparan op. guru tatea bulan. dan ini yang banyak diterima dan semua marga yang ada dapat menerima dan duduk bersama sebagai keluarga.
--> Maaf amang tua siampudan dari op. Guru tatea bulan bukan silau raja tapi malau raja. Jadi ini harus diluruskan biar tdk jadi kesalahan atau kekeliruan ini terus berlanjut.

Andri Malau
Asm Ambarita:
amang uda pertanyaan poin-poinnya kelihatannya sdh kami jawab. kalau ada yg belum terjawab nanti kita jawab.

Malau Marlon Malau:
Horas apara doli,
Mungkin pertanyaan apara akan saya jawab dari penulis Sejarah dan Budaya Batak yaitu: Drs. Gens G Malau Ompu Linggom Batu Pagar Bolak yang pernah dimuat di Majalah Horas, No. 51/18-30 November 2005, hlm.32-33).

"... penjelasan arti Malau yang kemudian menjadi Marga Malau:
1. ....
2. Gr. Tatea Bulan memiliki 5 putar dan 5 putri. putra bungsunya ialah Malau Raja,diperkirakan lahir pada tahun 1195, dialah leluhur Malau.
3. Malau Raja Punya keturunan:
1. Malau Pase (Memakai marga Malau)
2. Malau lambe (memakai marga Malau)
3. Malau Manik (memakai marga Manik)
4. Malau Ambarita (memakai marga Ambarita)
5. Malau Gurning (memakai marga Gurning)--> tp dalam perjalanan untuk membedakan Gurning pomparan saribu raja dengan Malau raja, maka skr Gurning dari keturunan Malau raja memakai marga Malau gurning.

4. Di wilayah hunian Simanindo (bagian utara Samosir) nama leluhur Malau Raja berubah menjadi silauraja ama dengan di seluruh Simalungun. sebutan ini dimasyarakatkan oleh Mr. Djariaman Damanik saat menjabat Ketua Pengadilan Negeri Medan juga menjadi ketua punguan silauraja thn 1952 di jalan listrik Medan. Silau raja dengan hanya 4 anak (Malau, Manik (damanik), Ambarita dan gurning).

Penting juga diberitahukan mengenai siapa isteri dari leluhur kita, Op Gens Malau juga megutarakan hal itu:

Op. Malau raja memiliki 3 isteri, yaitu:
1. Ompunta Br Simbolon
2. Ompunta Br. Sitepang (Sitanggang)
3. Ompunta Br. Purba Siboro.

semoga penjelasan ini boleh membuat kita mendapatkan data atau catatan yang benar. Mauliate

Cengly Gurning
Horas....
mauliate di hita sudena na pinasada holong niroha.
Saya ingin turut serta memberi andil dan pemikiran tentang apa yang kita bahas diatas tentang berbagai kompleksitas pertanyaan dan segelumit persoalan yang berkembang dalam Punguan kita.

Kepada Pak Tua Asm Ambarita:

* Apa itu NAIMARATA , tentunya bukan nama Ompung kita

Naimarata sebenarnya telah coba di paparkan oleh Ampara Andri di atas dan mengenai hal lain yang kurang mengena tentang ini kita selaku Pengurus Naposo Naimarata selalu mebuka diri setiap waktu untuk saling berkomunikasi tentang berbagai persoalan yang terkait;

* Kalau itu nama Persatuan atau Parsadaan, darimana asal nama ini.

Mengenai asal dan darimana NAIMARATA itu telah juga dibahas oleh ampara Andri, dan sekedar menambahi bahwa sejauh ini dan dari dokumen yang kami punyai adalah NAIMARATA merupakan NAMA Ompu Guru Tatea Bulan, dan sebagian sumber lain menyebutkan bahwa nama lain/nama kecil Op. Guru Tatea Bulan antara lain: MANGARATA, DAENG MANGARATA, Op. Tuan Raja Doli, Op. Raja Buntongan;

* Kapan nama Naimarata ini muncul atau dimunculkan, pada generasi keberapa setelah Ompu Guru Tatea Bulan.

Munculnya atau dimunculkan nya nama NAIMARATA dari data dan turi2an yang berhasil kami himpun merupakan satu tindakan untuk menghilangkan "aib" yang terjadi antara Op. Sariburaja dan Namboru Bou Pareme dengan harapan dikemudian hari para keturunan tidak lagi melakukan kesalahan yang sama dan tidak lagi saling "MARSIBUATON" akka "NAMARIBOTO" seperti yang terjadi antara LIMBONG dan SAGALA

istilah NAIMARATA sebagai satu nama atau wadah sudah lama muncul akan tetapi NAIMARATA sebagai punguan dan pada generasi keberapa masi dalam proses peneletian lebih lanjut karena begitu banyaknya versi dengan segalama penjekassan dan p[emahaman yang berbeda, yang saya rasa kurang lazim diungkapkan dalam media ini dan oleh karena itu kami siap mebuka diri untuk masukan atau informasi lainnya yang terkait;

* tentang Parsadaan atau Punguan Pomparan Ompu Guru Tatea bulan, maka Raja Lontung mempunyai 2 kedudukan antara lain: "bere" karena lahir dari hasil hubungan Op. Sariburaja dan Bou Pareme, dan "anak" karena merupakan Suami dari bou Pareme. mengenai hal ini dari data dan turi2an yang kami peroleh bahwa sepenuhnya diserahkan kembali pada Raja Lontung mau duduk dimana posisi mana, apakah anak atau bere yang pada akhirnya mereka memilih sebagai bere. ini merupakan problematika yang semestinya dibahas bersama dan dari harus dilihat dari segala bentuk sudut pandang sehingga dapat diselesaikan, akan tetapi saya yang juga termasuk anggota PPOGTB pusat pernah menanyakan hal yang sama tentang Bagaimana Kedudukan Lontung dalam punguan ini dan jawaban yang mereka berikan adalah sebagai berikut: Klaau mereka datang atas nama Raja lontung maka kita akan terima akan tetapi kalau yang datang adalah pinompar ni lontung seperti simamora atau yang lainnya maka kita tidak akan menerima.

menurut hemat saya jawaban yang diberikan masi menimbulkan problematika dan persoalan baru dan oleh karena itu kami Naposo Naimarata memberanikan diri untuk menyatakan berdiri dengan harapan mampu mengumpulkan bahan dan data sehingga apa yang menjadi persoalan sebagaimana dimaksud diatas dapat terjawab dengan satu verrsi dan pemahaman yang sama.

butima sada pandapot dan pemahaman sian au
mauliate


Naimarata Indonesia
Herman Sagala
Saran... klo bisa, biar generasi skrg ini lebih paham tntg tarombo dan partuturan, alangkah baiknya dibuat skema alur dari marga2 Naimarata mulai dari yg tua ke yg lebih muda.., agar org2 yg belum atau rada paham tntg tarombo bisa lebih memahami... contohnya seperti appara mario sagala...

setau aku... neh yg setau aku lho...
mohon koreksi dari dongan tubu dan ito2ku sekalina..
Borbor adalah pomparan dari sariburaja yang marga-marga keturunannya (mohon koreksi klo ada kesalahan):

Lubis, pasaribu, harahap, sipahutar, matondang, tsrihoran, parapat, batubara, saruksuk, rambe. ini yg aku tau. (masalah urutan marga dari yg tertua ke yg lebih muda aku kurang paham, aku minta saran dan petunjuk yg kompeten)

Naimarata adalah gabungan dari marga2 pinompar ompu guru tatea bulan diluar siraja lontung...

Limbong Mulana membawa marga Limbong..
Sagala Raja membawa marga Sagal
Silau Raja membawa marga-marga Malau. Manik, Murning dan Ambarita.

Marga Damanik adalah marga batak toba yg merantau ke daerah Simalungun yg mana awalnya yg masuk kesana adalah marga Manik (menurut versi cerita orang tua yg aku dengar)

Aku sering kenalan dengan marga Damanik, ketika aku tanya damaniknya damanik apa, ada yg menjawab damanik limbong, damanik sagala, damanik malau. mungkin dongan tubu dan ito2 sekalian jg pernah menemukan hal tersebut. aku ambil kesimpulan, krn daerah simalungun identik dengan marga damanik, maka marga-marga kita mengaptasikan ke marga damanik jika pergi ke daerah simalungun. krn hanya marga asli sana konon yg bisa memiliki tanah didaerah tersebut...


==================================
David Endrico Pasaribu
hm aku setuju ama appara Herman Sagala.
setauku juga seperti itu....
Saya yang marga limbong selama ini diajari bahwa Nai Marata tidak pernah ada yang marga Pasaribu, Lubis, dkk yang masuk Bor Bor...
Jadi kalo Nai Marata yah Nai Marata, kalo Bor Bor yah Borbor...
Kadang agak bingung juga marga2 dari Borbor dimasukkan ke dalam Nai Marata,,,,,

=================================
Sunday Arm Pasha-ribu
tua an mana pasaribu sama lubis?...dan ise do hita siakkangan?...



=======================================
Betty Anita Pasaribu
yg saya tahu......lubis siangkangan
tp mslah siapa yg plg tua gak tau.
boa haroa ito

======================================
Harli Pasaribu
horas slam kenal, aku mau tanya boleh ya " yang benar mana yah .Naimarata Borbor atau Borbor Naimarata? Mauliate




Herman Sagala
Banyak versi yg aku dapat ketika menanyakan ke berbagai org tua dari marga-marga kita yg namardongan tubu...
makanya aku mengambil secala global aja.

Dalam hal partuturon marga, org batak termasuk org yg keras, krn semua org batak adalah raja...

Untuk menyamakan persepsi, gmn klo diambil satu buku referensi yg bisa menerangkan hal marga-marga kita ini (klo ada dan kita mengakuinya).

Mohon angka dongan tubu dan ito-ito jika ada yg memilikinya berkenan membagikan ke yg lain..


Andri Malau
Herman Sagala:
horas amang tua,....
mauliate tu Saran ni amang tua, tim juga berpikiran spt itu.... paling tidak mari kita mulai bersama dari marga kita masing-masing, minimnya tarombo 7 generasi secara vertikal ke atas dan 7 generasi secara horisontal dengan kita. ini kebiasaan yang lajim dalam pembuatan tarombo dan diamani oleh Batara sangti dalam bukunya "Sejarah Batak".

* dalam buku yang ditulis oleh Drs. Gens G. Malau, "dolok pusuk buhit (6): buku parsiajaran tu hata batak, ruhut-ruhut ni halak batak, rangsa ni hata batak dohot na mardomu tusi", Yayasan Bina budaya nusantara "Tao toba nusabudaya, & PARTUKKOAN DALHIAN NATOLU (PALITO): Jakarta, 1996; Menyatakan bahwa Pomparan Siraja Borbor dalam marga adalah:

1. Harahap 6. saruksuk 11. tanjung
2. parapat 7. habeahan 12. pulungan
3. matondang 8. lubis 13. hutasuhut
4. sipahutar 9. pasaribu 14. daulay
5. tarihoran 10. batubara 15. simargolang

Mungkin baik kalau saya jelaskan semacam ringkasan Siraja borbor, yang saya dasarkan pada penelitian Batara sangti, "Sejarah Batak":

1. Siraja borbor (si raja iborboron) merupakan keturunan (anak) dari Saribu raja.
2. dalam taromo Batak, Siraja borbor merupakan generasi ke 4 dan ia menikah dgn MangiringLaut.
3. Anaknya Balasahunu atau dikenal juga Altokniaji (G. 5)-->Datu Tala dibabana (G. 6) -->1. Datu DAlu (sahangmaima), 2. Sipahutar (Marga sipahutar), 3. Harahap (marga Harahap), 4. Tanjung (marga Tanjung), 5. Datu Pulungan (Marga Pulungan), 6. Simargolang (G. 7).
4. Dari garis 5. Datu Pulungan lahirlah Lubis (marga lubis) (G. 8).
5. dari garis 6. Simargolang lahirlah Rambe (G. 8).
6. Garis keturunan Datudalu (G. 7): 1. Tuan sariburaja (marga Pasaribu), 2. parubahaji, 3. Matondang, 4. saruksuk, 5. Tarihoran, 6. Parapat (G. 8)
7. pada garis tuan saribu raja (G. 8) lahir: 1. Batubara, 2. Habeahan, 3. Bondar dan 4. gorat (G. 9).
8. Dari Garis Gorat (G. 9) lahir: 1. Raja Poltak, 2. Guru Lada, 3. Guru bisa, 4. Raja Ebatan, 5. Kara, 6. Ompu Babiat, 7. Ompu Rau (G. 10).
9. Dari garis Parubahaji (G. 8) lahir:1. Tinendung, 2. Tangkar (G. 9).
10. Dari generasi Parapat (G 8) lahir Rangkuti (G. 9).

* Naimarata adalah gabungan dari marga2 pinompar ompu guru tatea bulan diluar siraja lontung...
--> ini benar. Krn. banyak referensi dan prakteknya pomparan lontung dipandang dari garis keturunan si boru pareme.

*Limbong Mulana membawa marga Limbong..
Sagala Raja membawa marga Sagal
Silau Raja membawa marga-marga Malau. Manik,Gurning dan Ambarita.
-->Maaf amang tua saya hanya mau memperbaiki bahwa tidak ada nama anak ompu tatea bulan silau raja, melainkan yang ada Malau raja.

*Marga Damanik adalah marga batak toba yg merantau ke daerah Simalungun yg mana awalnya yg masuk kesana adalah marga Manik (menurut versi cerita orang tua yg aku dengar)
---> bisa benar dan masih perlu penelitian lebih lanjut amang tua, karena marga Damanik sendiri ada yang termasuk bagian marga asli simalungun.

* Aku sering kenalan dengan marga Damanik, ketika aku tanya damaniknya damanik apa, ada yg menjawab damanik limbong, damanik sagala, damanik malau. mungkin dongan tubu dan ito2 sekalian jg pernah menemukan hal tersebut. aku ambil kesimpulan, krn daerah simalungun identik dengan marga damanik, maka marga-marga kita mengaptasikan ke marga damanik jika pergi ke daerah simalungun. krn hanya marga asli sana konon yg bisa memiliki tanah didaerah tersebut...

--> ini mungkin lebih dekat pada alasan yang diberikan oleh Op. Gens Malau, bahwa mengapa marga-marga dari pomparan Malau Raja berubah menjadi Damanik di tanah simalungun dan dibeberapa daerah lain? ini merupakan efek atau akibat dari buah kebesaran dan kekuasaan seorang yang bernama Mr. Djariaman Damanik, Ketua Pengadilan Negeri Medan juga menjadi ketua punguan silauraja thn 1952 di jalan listrik Medan. krn kebesaran namanya pada saat itu maka banyak orang yang termasuk dalam marga pomparan Malau raja berganti marga menjadi Damanik.

dan ini pulalah yang kami temukan saat sedang menyusun tarombo pomparan Malau lambean. kenyataan ini juga kami temukan, sehingga beberapa kerabat di simalungun kembali kami temukan setelah satu dua generasi berganti marga Damanik.

Andri Malau
Herman Sagala & David Endrico Pasaribu:
Horas amang tua ........
kalo dikatakan naimarata itu adalah kumpulan marga-marga dari pomparan op. guru tatea bulan minus Borbor saya rasa ini masih perlu kita teliti. krn Naimarata sendiri mau mengacu pada nama op. gr. Tatea bulan yaitu Si Mangarata. berarti kalau nama itu mau menunjuk pada op. guru tatea bulan maka jelaslah bahwa pomparan borbor juga termasuk di dalamnya dan limbong, sagala, malau, manik, ambarita dan gurning.

Dari banyak penelusuran bacaan dan turi-turian sian natua-tua, saya menangkap pembentukan naimarata sebagai wadah kekeluargaan diantara satu keturunan op. gr. tatea bulan.... ini dikarenakan sebuah gunung es kerinduan yang mencair satu dengan yg lain.

dari sejarah kita dapat menemukan aneka perdebatan dan perselisihan di antara saudara dalam garis op. gr .tatea bulan. tercatat paling tdk, permusuhan antara pomparan saribu raja dengan limbong-sagala, pasaribu dan lubis, br. manik n br. malau dan sebagainya. lama diantara pinompar op. gr. tatea bulan tdk mau dan tdk bisa bersatu duduk sabagai satu keluarga.

kerinduan ini menjadi begitu besar dan lahirlah satu wadah yang menghimpun keakraban sebagai keluarga besar. dan dari data naimarata bkn merupakan wadah yang melegalkan satu sama lain marsiolihan satu sama lain di dalam mereka. ini malah wadah untuk mengakhiri sejarah aib yang melekat di antara kita mulai dari Saribu raja dengan ibotonya si boru pareme, limbong dengan sagala. Aib ini mau sama-sama kita hilangkan dan menjadikan kita semua bersatu membesarkan dan saling memajukan. tidak ada lagi permusuhan dan perseteruan. Yang ada kita duduk bersatu dalam satu keluarga yang penuh damai dan membangun satu sama lain. dan ini pulalah motivasu yang mendorong punguan naimarata juga lahir di daerah-daerah di indonesia. tercatat di Banda Aceh tempat saya lahir dan besar sampai sekarang punguan naimarata tetap ada dan di dalamnya ada pompran borbor, limbong, sagala dan malau raja.

pertanyaan saya sekarang untuk anda berdua:
apakah keakraban ini mau kita pecah lagi hanya karena turi-turi natua-tua yang dulu memang bernada emosi menanggapi satu dengan marga yang lain? apakah tidak lebih baik bila kita bersatu padu dari pada ribut-ribut tak menentu dan tidak tahu apa yg diributkan?

dalam sebuah refleksi yang menenggelamkan saya pada suatu kesedihan mendalam, saya menemukan sekian banyak "dosa" yang telah kita buat nulai dari atas. dosa yang awal kita perbuat adalah malu memiliki haha (abang) yang tidak sempurna seperti manusia, yaitu yang terjadi pada Op. Raja Uti (Mutiraja). Ompung kita ini karena keegoisan kita menjadi terusir dan disingkirkan oleh anggi (adik-adiknya). Ia sendiri dakam kesendirian yang menyayat nan sedih.

kedua, dosa hubungan incest antara saribu raja dengan si boru pareme.
ketiga, dosa berencana membunuh abang kandung, yaitu saribu raja dan dosa mengusir iboto kita sendiri, si boru pareme yang sedang hamil. dan masih banyak dosa-dosa lain yang kita perbuat dari awal. Alhasil kita semua menanggung semua akibatnya. paling tidak satu yang saya dapat lihat garis sejarah tarombo kita masih sulit kita urutkan dengan baik. dan kita masih sulit bersatu untuk membangun kemajuan.

"Seandainya kita bisa bersatu membangun dan memajukan satu dengan yang lain saya rasa kita bisa lebih maju daripada marga dari klan isumbaon, saya yakin itu"

Siska Boru Pasaribu
Mw nanyain nich n skalian minta infonya : Sebenarnya kl pasaribu n lubis sapa sih yg lebih tua????

Herman Sagala
Andri Malau:
Horas Amanguda...

Pertama saya mau meluruskan, saya sependapat Borbor masuk ke dlm Naimarata.
Saya tdk ada bilang Borbor di luar Naimarata lho....
Saya sependapat dengan amanguda...

Semasa saya menjalankan Naimarata di Jogja, Naimarata bagus kok, dan saya yg mengajak awalnya masuk ke punguan Naimarata adalah marga Pasaribu.. Saut Pasaribu, dan sesepuh-sesepuh naposo yg lain..

Saya sewaktu ketua naposo di Jogja jg menyarankan agar semua pomparan ompu Guru Tatea Bulan -diluar siraja lontung- mau bersatu dalam sebuah wadah saja. Tp kenyataannya org tua sulit menyatukan persepsi, krn mereka (org tua borbor) menyebut klo disatukan borbor kemarga lain menggunakan nama Borbor marsada. Hanya sebagian naposo yg bisa aku kumpulkan dari marga borbor mau gabung ke naimarata.

jadi di jogja saat ini (setau aku) ada dua perkumpulan marga Naimarata dan Borbor. Tetapi ada jg org tua marga borbor yg masuk ke kumpulan Naimarata tersebut..

Krn kami naposo yg gabung wkt itu bukan mencari satu sensasi, kami tdk terlalu mempersoalkan keadaan itu, krn tujuan utama ke jogja adalah pendidikan...

jd apapun itu yg panting baik dan bukan jadi satu perpecahan dlm persahabat...
Tetapi dlm batin berucap, klolah kita bisa bersatu, kenapa kita cari suatu perbedaan? waktu yg akan menjawabnya...

Saya berharap ada satu jalan yg menerangkan bahwa kita emang satu dan tidak melihat perbedaan hanya krn alasan nama yg tidak sesuai kehendak...

Saat ini saya masih sering menemukan marga manik mengaku dirinya adalah Borbor, dan saya tidak berani membantahkan krn dia berkata bahwa itu adalah kumpulan yg diikuti oleh org tuanya..

Mdh2an melalui sarana ini kita dapat berbagi dan menyatukan persepsi demi tujuan menyatukan semua kita generasi Naimarata...

Norawaty Simatupang
Mohon keterangan.

Apakah Op. Malau Raja tidak sama dengan Op. Silau Raja? Karena klo tarombo dari Samosir yang saya tau, kedua nama Op. diatas merupakan satu orang.

Kenapa Malau Lambe kalau ditanya Malau-nya, mereka hanya mengatakan satunya Malau? Apakah ada berhubungan dgn masalah kesalahan2, dosa2 ataupun konflik2 pada waktu lalu?

Bagaimana dengan Gurning dari Porsea, ada yang mengatakan bahwa mereka merupakan keturunan dari Op. Sariburaja dan bukan keturunan dari Malau Raja/Silau Raja. Kalau dari tarombo Samosir, sesuai dari yang pernah kubaca dari hasil seminar Malau Raja/Silau raja, Gurning dari porsea kemungkinan merupakan nama yang diberikan Op. Sariburaja pada seseorang yang hingga kini digunakan. Mungkin pengurus bisa menjelaskan hal ini?

Andri Malau
Steven Malaugoerning :
HOras amang uda...

* Apakah Op. Malau Raja tidak sama dengan Op. Silau Raja? Karena klo tarombo dari Samosir yang saya tau, kedua nama Op. diatas merupakan satu orang.

--> pertama-tama secara tegas saya katakan tidak sama. mgp? karena Sebutan Silau Raja mau menunjuk kpd Ompung yang bernama mana? Catatan sejarah menunjukkan Suatu perbedaan yang sangat kontras mengenai pemakaian kedua istilah nama ini. Catatan sejarah yang sebelum masa-masa tahun 1950-an--apalagi data sejarah kuno (Belanda), yang dipakai jelas Malau Raja untuk mengacu pada Anak Op. Gr. Tatea bulan yang siampudan (Ke-5). seperti tarombo yang dibuat Yves.

--> Setelah masa 1960-an, nama tersebut berubah menjadi Silau Raja. namun dari penelusuran sejarah seperti sudah saya utarakan pada bagian-bagian sebelumnya--bahwa sebutan ini dimasyarakatkan oleh Mr. Djariaman Damanik saat menjabat Ketua Pengadilan Negeri Medan juga menjadi ketua punguan silauraja thn 1952 di jalan listrik Medan. Silau raja dengan hanya 4 anak (Malau, Manik (damanik), Ambarita dan gurning). Dan inilah yang membuat kekacauan atau kebingungan sejarah pada kaum penerus pomparannya.

--> Solusi: Dalam sebuah penelusuran ilmiah saya ketahui dan saya jadikan patokan dan ini jugalah yang dimengerti oleh peneliti sejarah budaya Batak dari dalam atau luar negeri bahwa yang benar adalah Malau Raja.

*Kenapa Malau Lambe kalau ditanya Malau-nya, mereka hanya mengatakan satunya Malau? Apakah ada berhubungan dgn masalah kesalahan2, dosa2 ataupun konflik2 pada waktu lalu?

--> mengenai ini saya mengerti persis, pasti bkn berhubungan dengan aneka masalah atau apapun. ini hanya mau menunjukkan bahwa memang dari 5 pomparan Malau Raja yang bersepakat tetap membawakan nama orang tua/ompunya dalam marga adalah Pase Raja dan LAmbe Raja. Ketiga lainnya membawakan namanya masing-masing menjadi marga, Manik, Ambarita dan Gurning (kini sudah ada mengarah pada kesepakatan untuk mencantumkan Malau Gurning untuk membedakan dengan Marga Gurning pomparan ni Op. Saribu Raja).

*Bagaimana dengan Gurning dari Porsea, ada yang mengatakan bahwa mereka merupakan keturunan dari Op. Sariburaja dan bukan keturunan dari Malau Raja/Silau Raja. Kalau dari tarombo Samosir, sesuai dari yang pernah kubaca dari hasil seminar Malau Raja/Silau raja, Gurning dari porsea kemungkinan merupakan nama yang diberikan Op. Sariburaja pada seseorang yang hingga kini digunakan. Mungkin pengurus bisa menjelaskan hal ini?

-->Dari referansi dan turi-turian diketahui bahwa keturunan terakhir (Siampudan) dari saribu raja adalah Gurning yang berdomisili kala itu di Porsea. Gurning inilah yang mendamaikan kedua abangnya yang berseteru waktu itu--antara Pasaribu dan Lubis--perihal siapa yang tertua diantara mereka berdua.

3 komentar:

PASARIBU SARUKSUK mengatakan...

Horas,
Ai molo au Candra Saruksuk no. 13, Pomparan Raja Saruksuk, sian ompu parginjang i ma BEGU SOALOON. Jadi molo ditarik kesimpulan, bahwa :
1. Naimarata : Semua Keturunan Raja Uti/Miok-miok, Saribu Raja, Limbong Mulana, Sagala Raja, Malau Raja.
2. Bor-bor : Semua keturunan Raja Bor-bor/Pasaribu.
3. Semua Keturunan Bor-bor adalah Naimarata.Bor-bor adalah Bagian Kecil dari Naimarata.
4. Naimarata adalah Kumpulan Besar dari keturunan Toga Datu/Tateabulan/Isombaon.
Mauliate

kistan malau mengatakan...

inilah yang harus kita luruskan, terutama sebutan silau raja dan malau raja, sehingga generasi mendatang tidak lagi menggunakan istilah silau raja, tetapi malau raja.

kistan malau mengatakan...

inilah yang harus kita luruskan, terutama sebutan silau raja dan malau raja, sehingga generasi mendatang tidak lagi menggunakan istilah silau raja, tetapi malau raja.banyak kumpulan di beberapa daerah masih ada yang menggunakan istilah silau raja. Kalau bukan kita generasi nya yang memulai lalu siapa lagi, Sehingga hal ini tidak mengakar nantinya, dan membenarkan yang salah.